Thursday, May 23, 2019

Sate Maranggi ala Warung Sate "Dapur Si Om" Subang
hi guys. saat artikel ini dibuat, sebenarnya saya lagi puasa. tapi gak kenapa juga sih, toh demi kelangsungan blog travelcost. paling juga ngeces sedikitlah. hehe... sebenarnya lokasi kulineran yang satu ini sudah saya sambangi dua kali dalam waktu sebulan. saya merasa puas sama makanannya saat pertama kali datang sama ayah saya, akhirnya dua minggu berselang saya ajaklah istri saya juga untuk makan disini. lokasinya sangat strategis karena berada di Jalan Otto Iskandardinata di Kabupaten Subang. kalau kalian menuju ke Lembang melalui tol Cipali dan keluar di Gerbang Tol Subang, posisi Warung Sate "Dapur si om" ini ada disebelah kiri jalan. 

photo : travel-cost.com
namanya aja warung sate, pasti menu utama yang harus dipesan adalah satenya dong. untuk informasi aja disini sate dijual per tusuk harganya. di banyak tempat, ada warung makan yang menggunakan nama makanan andalannya sebagai nama rumah makan, seperti Ayam Goreng Suharti dan Roti Bakar Eddy, padahal ada banyak menu lainnya juga di tempat itu. makanya saran saya saat kalian berwisata kuliner dan mengunjungi warung makan seperti itu, pastikan memesan menu andalannya. kalau ternyata menu andalan mereka kurang enak, pastikan untuk blacklist dan tidak balik lagi, apalagi merekomendasikannya.


untuk urusan harga, prinsip saya selalu "ono rego ono rupo". kalau mau makanan lezat, ya harus berani keluar uang lebih, meskipun lebihnya juga gak seberapa sih. untuk harga di warung sate dapur si om ini menurut saya masih di kisaran rata - rata karena sesuai dengan kualitas makanan yang disajikan. berikut ini saya foto daftar menunya, tapi untuk makanan sate dan sop yang berbahan dasar daging saya potong ya, biar penasaran. gak perlu khawatir soal harga, masih terjangkau. saya dua kali makan disini untuk porsi dua orang sampai kenyang, rata - rata bayarnya 100.000an.

photo : travel-cost.com
saya pesan sate maranggi sapi tanpa lemak dan jujur buat saya satenya enak, apalagi kalau ditambah saus sambalnya yang punya cita rasa pedas manis dan kekentalan dari kecapnya yang legit di mulut.  sate maranggi itu sebelum dibakar, diberi bumbu terlebih dulu, makanya rasa bumbu dari daging sate maranggi sangat meresap walaupun dimakan tanpa sambalnya. nasi disini dihidangkan di bakul bambu. saat saya pesan dua porsi nasi putih, kenyataannya saya bisa dapat 3 porsi nasi. gak pelit kalau urusan nasi putih disini, pasti kenyang.

Warung Sate "Dapur si Om" ini punya tiga zona makan, yang dua zona ada persis didepan parkiran. satu zona lainnya mesti nyeberang kali kecil pakai jembatan kayu. enaknya zona yang terpisah ini berhadapan langsung sama sawah. jadi kalau saat menjelang musim panen, tanaman padinya sangat panoramik.

photo : travel-cost.com
photo : travel-cost.com
ohya selain menu sate, saya juga merekomendasikan untuk melengkapinya dengan karedok dan sop biar lengkap di mulut makannya. rasa makanannya semua enak kok dan lokasi meja makan yang lesehan dimensinya luas sehingga cocok buat yang bawa keluarga besar. 

nah saat kalian menunggu pesanan makanan, biasanya akan disajikan tahu sumedang panas dan otak - otak beserta sambelnya. untuk diketahui saja, kedua cemilan itu ada harganya lagi ya alias bayar. untuk tahu sumedang itu isi 8 harganya 10.000. tahunya enak apalagi disajikan dalam kondisi masih panas berasap. untuk otak - otak biasanya satu piringan bambu itu disajikan 10 otak - otak dalam bungkus daun pisang beserta sepiring kecil sambelnya. otak - otaknya ini harganya 2.000 satuannya. tapi disamping dua cemilan tadi, kita juga akan diberikan teh tawar hangat, tapi tenang minuman ini gratis. kalau saya biasanya pesan es teh manis, udah berkurang saya tambahin teh tawar ini karena jujur teh manis disini beneran manisnya. hehehe...

photo : travel-cost.com

photo : travel-cost.com

kesimpulannya adalah saya cukup puas dengan kualitas makanan disini. Warung Sate "Dapur si om" memberikan pengalaman kuliner positif di Subang. saya memberikan poin rekomendasi 80 of 100 untuk kenikmatan sate dan makanan lainnya disini. parkirnya cukup luas dan wastafel cuci tangan juga lumayan banyak dan tersebar, sehingga gak perlu jauh - jauh dan capek antri untuk cuci tangan sebelum dan setelah makan. mungkin saya akan kembali lagi kesini lain kali saya melewati lokasi ini. tapi sebenarnya saya punya rekomendasi sate maranggi terenak di Kabupaten Subang. saya akan buatkan artikelnya segera.

Lokasi Google Maps : Warung Sate "Dapur si om" Subang

- TRAVEL COST -

Monday, May 20, 2019

Pengalaman Mistis di Hotel Lotus Subang
hi guys, sebelum lanjut membaca, pastikan kalian tidak langsung mencoret hotel ini dari list penginapan kalian ya karena pengalaman saya ini sifatnya subjektif, tidak bisa disamakan ke semua kamar atau semua orang sekalipun. apa yang saya dan istri saya alami mungkin tidak sepenuhnya terjadi karena peristiwa mistis, mungkin ada sedikit andil teknis juga. tapi jujur ya kalau saya melihat ini lebih condong ke alasan mistis juga karena saya juga percaya mereka memang ada dan tidak jarang mereka ingin menunjukkan eksistensinya, dengan ataupun tanpa adanya alasan.



jadi seperti saya ceritakan sebelumnya di artikel Pengalaman Menginap di Hotel Lotus Subang bahwa saya  dan istri tidak diantarkan ke kamar. jadi kami dari lobi naik lift langsung ke  kamar. awal masuk ya saya kagum juga sama fasilitas kamar ini, tapi ada perasaan kurang enak, terlebih saat saya buka gorden jendela kamar itu ada semacam lorong luar tertutup yang pasti tidak dilewati orang dalam jangka waktu lama.

photo : travel-cost.com

saya menginap di hari kerja dan saya cukup yakin di sepanjang koridor kamar, hanya saya dan istri yang menginap karena sangat sepi sekali kondisinya. awalnya semua biasa saja, saya istrihat, lalu mandi, dan pesan makanan. semua berjalan biasa saja walaupun perasaan saya tidak "membaik". istri saya yang cukup "peka" juga gak mau tiduran di sisi kanan tempat tidur. saya bisa menebak sih biasanya dia ada rasa "gak enak" juga disitu.

malam itu sekitar jam 19.00 saya dan istri memutuskan mencari makan malam diluar hotel berjalan kaki karena memang di depan hotel itu wilayah ramai penjual kuliner. saat keluar kamar sampai lift seperti dikira memang sangat sepi. saya mendapat "sinyal" bahwa istri saya juga agak degdegan karena mendengar sandal karet saya berdecit dia langsung kaget. 

balik makan, kami langsung ke kamar. benar saja, memang sepi koridor sepanjang lantai kamar saya. yang saya heran ada satu ruang terbuka di pojok lorong yang gelap dan saya yakin sekali ada "sesuatu" disitu sehingga saya tidak ingin terlalu lama melihatnya. masuk ke kamar saya lihat peta lantai dibelakang pintu, itu ruang maintenance kalau tidak salah.

perut kenyang, istri saya tidak butuh waktu lama untuk terlelap. saya? gak bisa tidur. ohya alasan utama saya dan istri makan keluar hotel juga karena tv kabel di kamar saya rusak sehingga saya tidak bisa nonton apapun. main laptop juga bosan. 

photo : travel-cost.com
waktu menunjukkan jam 21.00 dan tv kabel sudah kembali menyala. saya pun nonton tv dengan channel berbayar. pilihannya banyak sekali. tidak sampai setengah jam saya nonton tiba - tiba JEGLEK!!! listrik kamar saya padam. ya bisa dipastikan cuma listrik kamar saya saja yang padam karena saya lihat dari bawah pintu kamar, lampu koridor atau lorong masih terang menyala. oke saya tau cara menghidupkannya, ada sekering listrik di setiap kamar dan untuk kamar ini saya temukan didalam lemari dekat pintu kamar. sekeringnya turun. setelah saya naikkan listrik kembali menyala normal. saya pun kembali nonton tv. setengah jam nonton, saya mulai keringatan, bukan cuma karena "perasaan" yang saya alami, tapi ternyata saya lihat lagi pendingin udara AC ternyata mati. saya nyalain pakai remot gak bisa. oke ternyata sekering AC sekarang yang turun. sekedar info saja di kamar ini ada dua sekering, sekering khusus AC dan satu lagi sekering semua listrik selain AC.

photo : travel-cost.com
ah makin gak enak saja perasaan ini. ini sudah jelas bukan masalah teknis karena gak mungkin cuma karena tegangan listrik malam hari yang gak stabil. benar saja, belum ada 10 menit, seluruh listrik mati lagi, kali ini istri saya sampa terbangun dari tidurnya. saya pun kembali menyalakan senter di handphone saya menuju ke arah sekering. WADUH!!! teriak saya dalam hati gak mau bikin panik istri. ternyata semua sekering gak ada yang turun. tetap tenang, saya telepon ke lobi hotel mengabarkan informasi pemadaman listrik di kamar ini. gak lama teknisi datang. ternyata yang turun sekarang adalah sekering di ruang maintenance yang ada di pojok lorong. anehnya kenapa cuma kamar saya saja yang mati. padahal saya pakai listrik cuma buat nonton tv dan charge laptop. kabel kulkas dan pemanas air semuanya saya cabut sejak mati listrik yang pertama.

saya pun menyampaikan keluhan karena sudah beberapa kali terjadi. teknisi mengatakan kalau terjadi lagi, saya akan dipindahkan ke kamar lain dengan kelas yang sama. saya pun setuju. belum ada lima menit listrik menyala, PADAM LAGI! dan dari ruang maintenance lagi sekeringnya turun. sudahlah, setelah menandatangani surat pindah kamar, saya pindah 3 kamar ke sebelahnya. kamarnya sedikit lebih kecil, tapi fasilitasnya sama. dan yang paling terasa adalah aura di kamar yang baru ini lebih melegakan, tidak menyesakkan seperti kamar sebelumnya. saya pun iseng karena jendela di kamar baru ini berhadapan dengan kamar lama, saya lihatin beberapa saat kondisi kamar lama, ternyata listriknya masih tetap menyala. haduh....

ohya listrik kamar disini nyala kalau room access card dimasukkan ke kotak listrik di kamar. saat saya pindah ke kamar baru, room access card  kamar lama memang masih terpasang di kotak listrik, sementara teknisinya mungkin sedang melapor ke lobi. makanya listrik kamar lama masih kondisi menyala. masalahnya justru itu, kenapa listriknya gak mati lagi seperti saat saya tempati tadi.

oke setelah check-out, saya klarifikasi ke istri, ternyata saat padam listrik ketiga, istri saya dalam kondisi antara mimpi dan  setengah sadar, melihat nenek - nenek head to head mendekat kearah wajahnya. saat akan menampakkan wajah aslinya, listrik kamar mati dan istri saya terbangun dan tidak komentar apapun hingga kamipun pindah ke kamar yang baru. kagetnya lagi, istri saya merasa di kamar sebelah kamar yang lama, disitu lebih "ramai" lagi "penghuninya".

begitulah ceritanya. mohon tidak dijadikan referensi total ya karena diluar pengalaman ini, pelayanan Hotel Lotus Subang cukup memuaskan. kamarnya bersih, fasilitasnya lengkap, sarapannya enak, lingkungan sekitarnya juga ramai untuk wisata kuliner di malam hari. mungkin saya saja yang sedang sial atau dalam kondisi hati yang tidak bersih sehingga "penghuni" secara halus mengusir saya dari wilayahnya. mungkin loh ya. tapi buat kalian yang mau lihat, coba amati foto jendela secara jeli. itu asli loh dari kamera handphone saya.

- TRAVEL COST -

Sunday, May 12, 2019

Sarapan di Hotel Lotus Subang
hi guys, pastikan untuk membaca tulisan SEBELUMNYA ya sebelum kalian baca artikel ini biar gak ada yang ketinggalan infonya. kali ini saya akan ajak kalian makan enak meskipun saat tulisan ini dibuat lagi bulan puasa, termasuk yang nulis lagi puasa juga. hehehe....

photo : travel-cost.com
kualitas sebuah hotel dibuktikan dengan pelayanan dan bagi saya pribadi pelayanan dalam arti kualitas sarapan adalah satu bukti yang paling utama sebuah hotel itu layak dipuji atau tidaknya. waktu sarapan di hotel ini adalah dari jam 07.00 s/d 10.00. seperti biasa pastinya sebelum jam sarapan dimulai saya dan istri sudah standby di area restoran. letak restoran Hotel Lotus Subang ini ada di lantai 2. keluar dari lift langsung disebelah kiri ada pintu restoran. saya disambut ramah oleh makanan pegawai hotel. setelah menyebutkan nomor kamar, saya dan istri langsung mencar. saya langsung ke meja appetizer dan istri langsung ngumpulin beverages. setelah itu kami langsung ambil main course

photo : travel-cost.com
menu main course ada nasi putih, nasi goreng, ayam bakar kecap, capcay goreng, acar, mi goreng, sambal, soto ayam, dan kerupuk. kemudian di meja appetizer ada dadar gulung, rainbow cake, telor dadar dibungkus rumput laut, kacang rebus dan puding sayur. kemudian di meja beverages ada guava juice, lemonade infused water, mineral water, dan vegetable juice. untuk buah ada semangka dan melon. tidak ada menu cookies & bakery ya disini, tapi buat saya ini adalah pengalaman sarapan yang menyenangkan karena disini saya terpaksa harus menghabiskan jus sayur dan puding sayur yang terlanjur diambil. rasanya seperti daun singkong, tapi gak papa, biar gak penasaran. 

photo : travel-cost.com
ada hal yang menarik buat saya walaupun ini sederhana. saya suka sotonya dari segi rasa dan tampilan. rasa sotonya kuat dan telor rebus merah putihnya membuat saya merasa bersalah saat ingin membelah dan memakannya. serasa merobek bendera merah putih dan . . . . . memakannya. krik krik krik . . .

photo : travel-cost.com
di restoran Hotel Lotus Subang ini saya menemukan pelayanan yang tidak saya temukan di hotel lainnya yang pernah saya datangi. setelah nampak selesai sarapan, petugas hotel mendatangi saya dan istri untuk kemudian menanyakan komentar terkait makanan sarapannya. petugas tersebut juga menanyakan kalau ada saran untuk restoran maupun hotelnya secara keseluruhan. saya hanya memberikan komentar terkait kepindahan saya semalam dari kamar yang saya tempati karena suatu kejadian. lengkapnya bisa dibaca di artikel Mistis di Hotel Lotus Subang.

photo : travel-cost.com
kalau bisa dirangkum, pengalaman saya sarapan di Hotel Lotus Subang ini cukup memuaskan dan saya dengan berani akan memberikan poin positif untuk makanan, pelayanan, serta fasilitasnya. tapi untuk poin rekomendasi bisa dilihat di artikel Pengalaman Menginap di Hotel Lotus Subang karena disini saya cuma membahas pengalaman saya santap sarapan di Hotel Lotus Subang. semoga tulisan saya ini menghibur dan bermanfaat untuk teman - teman yang sedang mencari referensi menginap di tempat liburan ya.

- TRAVEL COST -
Pengalaman Menginap di Hotel Lotus Subang
hi guys, kata banyak orang sih lebih baik telat daripada tidak sama sekali. yah walaupun sudah berlalu hampir dua minggu, rasanya masih saja ada yang mengganjal pikiran kalau perjalanan saya belum saya buatkan review nya disini. kali ini sesuai dengan judulnya, saya akan memberikan informasi lewat tulisan mengenai pengalaman saya menginap di Hotel Lotus Subang.

buat kalian yang belum membaca postingan sebelumnya, saya sarankan untuk mengklik REFERENSI karena tulisan ini adalah salah satu bagian dari perjalanan saya selama di Lembang. lebih tepatnya saya memilih untuk pulang ke Jakarta melalui Subang dan Tol Cipali, serta lebih dulu menginap semalam di Kota Subang. alasan saya memilih hotel ini utamanya jelas karena harga. melalui traveloka, saya bisa memesan kamar SUITE ROOM seharga 523.528 rupiah. harga tersebut sudah termasuk sarapan untuk dua orang. fasilitas di kamar juga cukup lengkap ya dan bisa dicek di traveloka. 

photo : travel-cost.com
pertama kali masuk hotel, mobil saya parkir di lantai dasar yang sebagian besarnya memang dijadikan parkir mobil. namun karena lokasi hotel ini di depan pasar pujasera Subang yang padat, dan lokasi parkir mobil ini yang berada dibawah gedung sehingga menjadkan arenya lebih gelap dan agak lembab. wilayah lobi hotel cukup nyaman. proses check-in juga tidak perlu waktu lama. pelayanannya saya akui sangat baik, namun yang saya miss adalah bahwa saya memesan kamar kelas suite room dan bahkan saya tidak diantarkan sampai ke kamar. memang tidak sulit menemukan kamar saya selepas saya keluar dari lift, namun pengalaman saya di HOTEL MOSCATO yang mengantarkan saya bahkan saya masuk kedalam kamar, menjadikan ekspektasi saya bertambah ketika menginap di Hotel Lotus Subang.

photo : travel-cost.com

model kunci pintunya menggunakan electronic access card yang juga berfungsi untuk menyalakan listrik di kamar. positifnya saya tidak perlu memberikan uang deposit seperti pengalaman saya di beberapa hotel kolot, bahkan ada hotel yang mewajibkan deposit uang jaminan, padahal cuma pakai kunci gepeng biasa. hadehh......

pertama kali masuk kamarnya saya ini berasa kampoengan sekali karena kalau dilihat dari kamarnya, ini kamar hotel terbaik yang pernah saya datangi. maklum saja biasanya saya cuma pesan kamar standar, apalagi kalau lagi ada promo potongan harga. baru kali ini saya berani mengambil kamar di kelas ini karena memang harganya masih beda tipislah sama yang tipe standar. saya sempat berpikir kenapa kelas  suite bisa semurah ini, apakah ini murni pemasaran atau ada hal lain seperti kamar ini tidak terlalu laris di Subang.

photo : travel-cost.com

kalau dari arah pintu ketika masuk saya langsung diperlihatkan kamar mandi dengan pintu geser yang apik di sisi kiri. kamar mandi ini memiliki wastafel dan cermin yang sangat lebar. ada closet duduk dan shower dengan pemanas air. disediakan juga handuk mandi dua. minusnya sikat gigi nya masih yang model keras kayak sikat toilet. kemudian posisi closet duduk yang terlalu rapat diantara dinding dengan sekat kaca shower sehingga orang dengan tubuh besar seperti saya terkesan kejepit. kekurangan berikutnya adalah hanger handuk berada persis diatas closet duduk. saya cuma membayangkan aroma dari lubang closet duduk naik keatas dan diserap oleh handuk yang digantung tepat diatasnya. fiuuhh....

photo : travel-cost.com

ohya melanjutkan diatas, jika di sisi kiri pintu masuk ada kamar mandi, di sisi kanan ada lemari tanpa pintu, lalu disambung dengan meja yang menyediakan bahan minuman seperti kopi, teh, dan gula, lengkap dengan dua set cangkir, pemanas air listrik, dan dua botol air mineral. lalu dibagian bawahnya adala kulkas model brankas dan disebelahnya ada slot untuk meletakkan sandal dan sepatu kita. dapat sandal hotel juga kok. brankas uang berukuran kecil juga tidak luput dari fasilitas lainnya yang ada di kamar ini.

lalu semakin kedalam saya lihat ada spring bed size 160 x 200 dengan meja dikedua sisinya. lalu ada juga tv dengan siaran berbayar. ada juga sofa diujung dekat jendela yang sayangnya tidak mengarah keluar, hanya kearah ruang terbuka yang tertutup sehingga jadi lembab. ini penampakannya.

photo : travel-cost.com

salah satu hal yang sangat saya suka adalah disini snack & beverage yang ada di minibar banyak pilihannya dan GRATTIIIISSSSSSS.........

photo : travel-cost.com

oke saatnya untuk mandi dulu dan istirahat kemudian. iseng - iseng nonton tv kok perut berdendang riang. selama saya berlibur di Lembang, saya makan di hotel cuma kalau sarapan saja karena memang sudah include didalam harga kamar. boleh juga ini kayaknya coba beli makanan hotel di Hotel Lotus Subang kali ini. toh ini juga malam terakhir liburan sebelum saya balik bekerja lagi.  setelah menanyakan di lobi, saya pastikan harga makanan di brosur hotel tidak dikenakan pajak 26% seperti hotel yang sebelumnya, aman. 

photo : travel-cost.com

sekedar cobain saja, saya akhirnya pesan Nasi Sapi Lada Hitam dan diperkirakan sampai dalam waktu setengah jam. nah ini dia karena saya menunggu sejam lebih belum juga datang makanan yang dipesan, saya tanyakan ke lobi hotel. ternyata makanannya beli diluar dan masih dijalan karena kebetulan sore itu hujan. saya jadi mengernyitkan kening saya kenapa beli diluar, harapan saya kan mau merasakan masakan buatan koki hotelnya. ya sudahlah namanya juga sudah dipesan. setelah hampir setengah jam kemudian, akhirnya makanan datang dan fokus saya cuma satu, porsinya sedikit banget. "gak bakal kenyang ini", pikir saya dalam hati.

photo : travel-cost.com

setelah sibuk utak atik posisi makanan untuk difoto, saya makanlah nasi sapi lada hitam seharga 33.000 rupiah ini. kagetnya saya, ini enak. beneran gak bohong rasa masakan ini enak meskipun agak sedikit keasinan. saya tawarin ke istri saya juga komentarnya enak seperti masakan hotel. saya gak ngerti ini beli dimana, tapi saya harus akui rasa masakannya ini enak, gak seperti yang saya perkirakan.

malam itu setelah makan saya dan istri istirahat sambil mengobrol dan nonton tv. berhubung ceritanya ini masih lumayan panjang, terserah teman  - teman mau lanjut ke cerita yang mana, silahkan tinggal klik saja ya untuk cerita selanjutnya mau ke Sarapan di Hotel Lotus Subang dimana saya akan share pengalaman saya sarapan di Hotel Lotus Subang yang juga mengejutkan atau Mistis di Hotel Lotus Subang dimana saya akan sedikit berbagi kisah mistis di Hotel Lotus Subang yang mungkin sulit dilupakan. silahkan tinggal pilih saja cerita lanjutannya.

sebagai penutup artikel ini saya tidak akan lupa  untuk memberikan poin rekomendasi dari travel-cost.com. untuk hotel lotus subang, diluar beberapa masalah yang muncul, saya memberikan poin rekomendasi 70 of 100. saya memahami kalau hotel ini ada di wilayah yang sangat ramai dan agak kekurangan lahan. tidak ada komplain terkait pelayanan petugas hotel. tapi memang masalah yang saya dapatkan di hotel lotus subang ini sangat non-teknis sehingga sifatnya subyektif. saya masih tetap akan merekomendasikan hotel ini jika teman - teman mencari penginapan di kota Subang.

Lokasi Google Maps : Hotel Lotus Subang

-TRAVEL COST -